Exhibition

Sejak awal, ARTJOG adalah rumah; adalah ruang yang mempertemukan karya seni dengan publik secara luas. Adalah ruang pertemuan antara seniman dengan pegiat seni atau seniman yang lain, antara satu gagasan dengan gagasan yang lain, antara satu pengalaman dengan pengalaman yang lainnya.

Program Exhibition ARTJOG hadir dengan metode bauran antara luring dan daring. Ruang pamer dan dan karya tetap hadir berwujud fisik dan konkret dengan menerapkan protokol kesehatan dan jumlah pengunjung yang terbatas.

Selain itu, bentuk lain yang dihadirkan untuk menikmati ARTJOG kali ini adalah Expanded ARTJOG. Expanded ARTJOG hadir sebagai suatu tawaran menikmati festival seni kontemporer melalui medium audiovisual. Kami berkolaborasi dengan praktisi dokumenter untuk merekam realita dan menghadirkannya ke publik.

Resilience tidak pernah berarti nekat, tapi ia adalah kemampuan untuk terus bergerak, bertahan, dan menguatkan. Program ini hadir untuk terus menunjukkan semangat tersebut. Pendekatan yang akan dihadirkan bukan ditujukan untuk merisaukan pengalaman apa yang hilang ketika pertemuan fisik dibatasi, melainkan untuk mencari pengalaman yang baru dari apa yang tidak pernah disadari sebelumnya.

01 Resilience

Di tengah krisis yang disebabkan oleh pandemi COVID-19, seniman-seniman tidak pernah berhenti berkarya. ARTJOG, sebagai ruang yang mempertemukan karya seni dengan publik secara luas harus terus berjalan. Resilience adalah kemampuan untuk terus bergerak, bertahan, dan menguatkan.

02 Dari Ruang ke Ruang

Hadir dengan metode bauran antara daring dan luring, ARTJOG: Resilience menghadirkan siasat khusus. Sebuah siasat untuk melintasi ruang; dari ruang pamer ke ruang di mana pun publik berada. Sebagai cara untuk tetap menghargai karya seni dan mendekatkannya pada publik.

03 Melihat Seni dari Dekat Sekali

Bagaimana realitas ditempatkan dalam karya seni? Bagaimana karya seni menghadirkan realitasnya yang lain? Ivan Sagita menceritakan proses kekaryaannya dengan mendekatkan diri kepada realitas. Hingga hadir dalam wujud karya seni, disajikan dari dekat sekali.

04 ARTCARE

16 karya dari 16 seniman, berukuran kecil, dikemas dalam satu paket, dengan harapan yang besar.

05 Dari Tepi Lampu Sorot

Karya seni tidak bisa hidup menjumpai publik dan menata dirinya sendiri di ruang pamer. Sebuah festival pun tidak akan bergerak dan mengelola dirinya sendiri. Sebuah rangkuman dari tulang punggung karya seni dan pertunjukan dalam sebuah festival. Sebuah cerita tentang semangat tulus yang jauh dari lampu sorot dan seringkali terlupakan

06 Melihat Imajinasi Bekerja

Seniman tidak pernah lepas dari konteks kehidupannya. Ada jalan panjang yang mesti dilalui sebelum karya seni sampai di muka publik. Mella Jaarsma dan Theresia Agustina Sitompul menceritakan perjalanan karyanya mulai dari gagasan, eksplorasi medium dan metode presentasinya yang selalu lekat dengan apa yang ada di sekitarnya. Ada pilihan-pilihan yang bersifat teknis dan ada yang bersifat sangat personal, sesuai dengan alam pikir dan alam batin seniman. Sebagaimana semangat, daya imajinasi, dan kreativitas tidak boleh berhenti meski situasi sedang tak pasti.

07 Selamat Menunaikan Ibadah Puisi

Dalam kehidupan yang bergerak dengan cepat dan aktivitas kehidupan sehari-hari yang terasa semakin mekanis, Murakabi mencoba memberikan jeda dan permenungan untuk memaknai ulang kehidupan. Melalui hal-hal yang pokok; sandang pangan, papan, dan satu kemewahan yang mestinya hadir untuk manusia yaitu puisi. Unusur-unsur ini dihadirkan untuk mewujudkan bagaimana laku kehidupan sehari-hari yang materiil pun bisa dimaknai sebagai laku spirituil. Mandi membersihkan jiwa yang kotor, nafas adalah syukur yang patut dirayakan dan bukan semata hal yang terberi. Laku ini tidak berhenti dan berpusat hanya pada diri sendiri, relasi antar manusia, alam, dan makhluk-makhluk lain harus direhabilitasi. Menjadi pribadi yang bahagia adalah menjadi pribadi yang berguna bagi sesamanya. Untuk kemudian dapat memaknai apa itu berkecukupan, sejahtera, murakabi.
Dan gotong royong, adalah puisi terindah yang pernah kita miliki.

THE ARTIST